<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690</atom:id><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 16:29:10 +0000</lastBuildDate><title>Membaca Diri, Melukiskan Pribadi</title><description></description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ukh reno)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-2112879887117183759</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-04T01:22:06.235-07:00</atom:updated><title>Akhirnya bertemu lagi!</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tak berkumpul, bersama dan bersinergis dengan teman-teman LDK. Panggilan itu datang juga. Ahad kemarin ada baksos jarmus FSLDK bandung raya di Bale endah. Rasanya rindu bertemu dengan mereka. Wajah-wajah ceria dan bersemangat di dakwah kampus. Semoga tetap istiqomah akhwat fillah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-2112879887117183759?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/05/akhirnya-bertemu-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-4345411011444444501</guid><pubDate>Wed, 01 Apr 2009 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-01T00:38:19.137-07:00</atom:updated><title>Sebuah Pendahuluan...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga dakwah kampus baik berupa DKM, Bidang kerohanian,dan lainnya dapat diibaratkan sebagai jantung-nya kampus. Mengapa demikian, karena berdenyutnya jantung merupakan indikasi kehidupan, dan diamnya jantung berarti ketiadaan kehidupan. Sepakat atau tidak, memang begitulah faktanya. Sebuah kampus yang di dalamnya tidak ada syi’ar Islam ia seolah mati, tidak mempunyai kehidupan. Oleh sebab itu syi’ar Islam dikampus merupakan tolak ukur kehidupan sebuah lembaga keislaman kampus. Jika vacum, maka matilah ia. Oleh sebab itu, semua orang yang terlibat dan bergabung dalam lembaga keislaman kampus harus bergerak dinamis dan sinergis untuk menghidupkan kampusnya dengan syi’ar-syi’ar keislaman. Bukan hanya rutinitas! Akan tetapi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mad’u serta tidak asal terlaksana, dengan target ketika LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) ada agenda yang sudah dilaksananakan. Jika hanya alasan itu, maka hasilnya adalah nol besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita tidak ingin apa yang kita usahakan sia-sia. Semua mesti ada hasilnya sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Oleh karenanya, dalam merancang sebuah agenda dakwah diperlukan sebuah strategi-strategi yang apik dan cantik, yakni dengan memperhatikan berbagai aspek yang menjadi pendukung dari kelancaran agenda yang akan dilaksanakn. Hal itu diantaranya, tujuan, personal, sarana dan prasarana, jaringan serta  strategi. Dan yang  tidak boleh dilupakan adalah informasi dan data, karena informasi dan data bukanlah segala sesuatu, tapi tanpa informasi dan data maka jadilah segala sesuatu... bukan sesuatu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendahuluan ini akan membicarakan hal-hal pendukung dalam merancang sebuah agenda dakwah. Bukan teknis, akan tetapi  lebih pada mind set personal sebagai jundi dan jundiah dakwah. Sehingga agenda tidak sebatas agenda, tetapi mempunyai goal yang pasti dan mempunyai ruh Islam. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Upaya Menghilangkan Kejumudan Kader terhadap Agenda Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kita awali bahasan ini dari real kondisi LDK dilapangan, ada sebuah LDK yang agendanya selalu satu tipe dari tahun ke tahun. Misalnya “SEMARAK LDK”, agenda ini merupakan agenda tahunan, dimana setiap departemen yang ada mempunyai satu program kerja yang jadi andalan dan dilaksanakan serangkaian dalam agenda itu. Bagus memang, semua terlihat gebyar namun perlu di evaluasi, apakah tujuan tercapai atau tidak,  efektif atau tidak. Sehingga tidak berulang agenda yang sama disetiap tahunnya dengan alasan “dulu juga ada kegiatan ini”  tanpa mempertimbangkan ketepatannya. Dikampus yang berbeda ada yang agenda setiap tahunnya tidak sama. Artinya tidak pernah mengulang kegiatan yang sama, semua baru dan tidak sama. Kelebihan LDK ini mempunyai daya inovasi tinggi dan berani mengambil resiko. Mereka mengatakan “kami tidak pernah gagal melaksanakan kegiatan, karena kegiatan kami tidak pernah sama dengan kepengurusan sebelumnya” . Bagus, tetapi perlu dipertimbangkan reliabilitasnya. Jika tidak ada pembanding tentu agak sulit menyimpulkan apakah kegiatan yang dilaksanakan berhasil atau tidak.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Jadi, Bagaimanakah sebaiknya kita merancang sebuah kegiatan supaya tidak terjebak dalam lingkaran rutinitas. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; kita harus mengetahui tujuan dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Karena setiap orang akan bergerak sesuai dengan pemahamannya, jadi tanpa mengetahui tujuan yang jelas kita tidak akan mengetahui apa yang harus kita lakukan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, berpikirlah terbuka dan jauhkanlah diri dari stagnasi (kebekuan) pemikiran dan mulailah bebas berpikir dan berpendapat. Namun perlu digarisbawahi, kebebasan berpikir disini bukan bebas tanpa nilai, akan tetapi kebebasan berpikir  yang sarat dengan nilai keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pilih dan kumpulkanlah orang-orang yang berpotensi dan ahli. Karena didalam Islam kita diajarkan supaya menyerahkan sebuah urusan kepada ahlinya. Selain itu jangan lupa untuk melibatkan orang-orang baru sebagai bentuk pembelajaran, dan ini merupakan bentuk kaderisasi untuk kepengurusan berikutnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat, &lt;/span&gt;berilah dukungan pada ide-ide baru yang muncul. Ini sangat penting karena tanpa dukungan yang penuh ide yang muncul akan mentah kembali dan akhirnya tetap terjebak pada pemikiran lama dan begitu-begitu saja. Kelima, perlu diperhatikan siapa yang kita pilih sebagai mas’ul, karena itu pun berpengaruh. Seorang mas’ul yang mempunyai sikap otoriter atau menggurui akan menyebabkan jundi tidak kreatif karena beberapa sebab, diantaranya takut salah dan takut disalahkan. Jika jundi sudah seperti ini maka ia hanya akan melakukan apa yang diperintahkan mas’ul saja tanpa berpikir yang lain. Oleh sebab itu seorang mas’ul sebaiknya memberikan kesempatan kepada jundinya untuk berpikir, berpendapat dan bertanya sehingga ide-ide cerdas bermunculan. Terakhir, semangat untuk terus berkarya harus tetap ditanamkan pada jundi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Mencoba Memahami Profesionalisme dalam Mengelola Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Profesional biasa disandangkan pada sebuah pekerjaan yang mempunyai standarisasi, kode etik dan berbalas materi. Kemudian pertanyaannya, haruskah kegiatan kita dikelola dengan profesional? Jawabannya “Harus” tentu harus profesional. Untuk mengelola kegiatan secara profesional dipastikan ada aktor disana, yakni panitia-nya (personal). Oleh sebab itu, sebelumnya kita mencari tahu terlebih dahulu sifat apa saja yang seharusnya ada pada orang yang dikatakan profesional. Dari beberapa artikel yang saya baca, maka dapat disimpulkan bahwa seorang profesional seharusnya memiliki sifat yang tekun, sabar, tahan godaan (komit), dinamis, kreatif, pembelajar, berilmu dan berkompetensi, mengabdikan diri penuh, pelayan bagi orang lain, bisa menjadi uswah, mempunyai impian tinggi tetapi rasional, bijak, memahami skala prioritas, semangat kerjanya tinggi, dan berusaha merampungkan pekerjaannya sampai berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ideal, namun berusaha untuk ideal adalah keharusan. Bukankah Allah SWT telah menggambarkan bagaimana profesionalisme ini di dalam QS. Al-Mulk ayat 3 dan 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menggambarkan salah satu contoh dari kesempurnaan ciptaan Allah. Kata profesional (itqaan) artinya teliti, sungguh-sungguh, serius, rapi dan sempurna. Jadi dalam konteks ini  seharusnya tidak ada yang main-main dalam mengemban amanah dalam sebuah kegiatan karena semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT kelak. Oleh sebab itu, dalam mengelola sebuah kegiatan harus diawali dengan niatan Lillah, memahami seluruh rancangan secara komprehensif (menyeluruh) tidak sepenggal-sepenggal. Kemudian  rela mengorbankan waktu, pikiran, tenaganya, bersungguh-sungguh beramal jama’I dengan rapi, tsiqoh, saling mengisi, dan terakhir harus benar-benar ikhlas. Sudah kita pahami bersama bahwasannya setelah melaksanakan kegiatan dakwah sangat jarang berbalas materi dari sesama makhluk, akan tetapi insya Allah pahala menanti kita di akhirat nanti. Dan keyakinan ini harus lebih kuat lagi karena Allah telah menerangkannya dalam QS. At-taubah ayat 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu telah menjadi janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun tidak berbalas materi, insya Allah Jannah telah menanti kita jika apa yang kita lakukan telah benar-benar sesuai standar Islam yang dilandasi dengan ilmu dan sesuai dengan kode etik yang dicontohkan Rasulullah saw. Sehingga berada di ujung terbaik (cutting edge) dan bermanfaat untuk ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Tajarrud  “ Tiada Kata Cukup”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah, seorang sahabat Rasul saw yang tidak ikut berperang saat Perang Tabuk tanpa uzur, yakni Ka’ab bin Malik. Namun setelahnya ia sadar dan tetap komit terhadap Islam dan Rasulullah saw meskipun harus mengalami pemboikotan bicara dari ummat Islam saat itu sampai lima puluh hari. Adakah halnya kita saat ini, berdiam diri tanpa uzur menghindari amanah-amanah dakwah yang menanti? Jawabnya tentu tidak, karena kita sadar bahwa kita adalah ummat terbaik yang harus menyusun batu bata perbaikan ummat. Seperti diterangkan dalam QS. Ali-Imran ayat 110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak ada alasan bagi kita selain terus bergerak dalam kebaikan. Imam Hasan Al-Banna pernah mengungkapkan bahwa “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban dakwah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak termasuk golongan yang berdiam diri ataupun golongan yang digantikan, tetapi kita menjadi penggerak dan generasi yang senantiasa lebih baik. Bukankah kita dihisab diakhirat sendiri-sendiri! Oleh sebab itu, berkontribusilah semampu kita, jadilah trend center jangan hanya follower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Menata Barisan - Mentadhaburi Surat Ash - Shaff : 4 dan Al - Anfal: 60&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kita lakukan memerlulan persiapan dan strategi, apalagi dalam mengelola sebuah wajihah amal dan kegiatan dakwah. Bagaimana Allah memberikan sinyal-sinyal manajemen yang baik seperti tertuang dalam QS. Ash-Shaff ayat 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama, bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah terkejahatan yang terorganisir. Oleh sebab itu kerapian gerak dalam berjihad merupakan sebuah keharusan karena ini merupakan ciri orang mukmin yang dicintai Allah SWT. Begitupun dengan persiapan yang lainnya, di dalam tafsir fizhilalil qur’an terkait QS. Al-Anfal ayat 60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa pasukan Islam harus senantiasa mempersiapkan persiapan-persiapannya dan mengoptimalkan kekuatannya, agar kekuatan yang mendapat petunjuk ini merupakan kekuatan tertinggi dimukabumi, yang ditakuti oleh semua kekuatan yang batil dan didengarkan kekuatannya diseluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan yang harus dipersiapkan diantaranya adalah kekuatan iman , yang akan menjadikan mereka percaya dan berkeyakinan bahwa mereka adalah pembela kebenaran, penegak kalimah Allah dimuka bumi dan mereka pasti menang dalam menghadapi dan membasmi kezhaliman dan keangkaramurkaan. Kekuatan iman yang sempurna inilah yang dapat membina kekuatan mental yang selalu ditanamkan pada hati segenap rakyat agar mereka benar-benar menjadi banga yang tangguh dan perkasa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan cobaan. Bangsa yang kuat mentalnya tidak akan dapat dikalahkan oleh bangsa lain bagaimanapun sempurnanya peralatan  dan senjata mereka. Hal ini telah terbukti dalan perang Badar. Lainnya adalah kekuatan fisik, yang akan memberikan arti pada kekuatan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kekuatan yang dimaksud adalah untuk menggentarkan musuh Allah, ini adalah isyarat bahwa kekuatan yang dipersiapkan bukan untuk menindas, melainkan tetapi untuk menghalangi pihak lain yang bermaksud melakukan agresi. Ini karena yang bermaksud jahat akan berpikir seribu kali jika menyadari kekuatan yang akan dihadapinya. Artinya, kekuatan yang dipersiapkan harus sesempurna mungkin sehingga tidak ada satu pihak pun yang berpikir untuk mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan untuk membela nilai Ilahi memerlukan biaya, maka ayat ini memerintahkan untuk menafkahkan harta sambil mengingatkan bahwa Allah SWT akan membalasnya sesuai kemurahan Allah dan niat serta upaya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sudah selayaknya dalam hal apapun kita melakukannya dengan rapi, tertata, penuh persiapan, dan ikhlas. Saya tutup tulisan ini dengan QS. Al-Hijr ayat 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ganbatte...!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-4345411011444444501?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/03/sebuah-pendahuluan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-4318945202252097991</guid><pubDate>Wed, 25 Mar 2009 06:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-25T00:20:30.288-07:00</atom:updated><title>Terabaikan</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitungan waktu tak terasa memang. Dulu, kita masih suka berlari, bermain bersama kakak dan teman kita, juga digendong ibu dan ayah. Namun sekarang kita telah meninggalkan masa itu, cepat dan begitu cepat. Bahkan ada yang telah bergelar sama dengan ibu dan ayah kita sebagai orang tua. Dulu, ayah begitu kuat, enerjik dan rajin berolahraga. Tapi sekarang jangankan olahraga, ada dirumah saja suka sakit pinggang. Dulu, rambut ibu belum memutih dan masih penuh aktivitas mengurusi rumah tangga dan lainnya. Tapi sekarang rambutnya mulai memutih, fisiknya mulai melemah dan tidak sesehat dulu lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bagaimana kehidupan ini? Apakah kita dilahirkan, hidup berumah tangga, tua kemudian mati. Begitukah... dengan menyisakan banyak PR yang tidak terselesaikan atau bahkan tidak diketahui bahwa kita mempunyai PR di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi kehidupan setiap orang berbeda. Itu bergantung pemahamannya, karena setiap orang bergerak sesuai dengan pemahamannya. Oleh karena itu, pemahaman yang benar adalah mutlak adanya dan menjadi PR besar para da'i/da'iyah dan murobbi/murobbiyah yang senantiasa menyeru kepada yang haq dan membina kepribadian muslim, sehingga PR-PR kita didunia dapat terselesaikan di akhir kehidupan kita. Kalaupun usia ini tak mampu menyelesaikannya, biarkan kita wariskan PR ini pada generasi yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih kuat daripada kita sehingga tidak ada hutang  diakhirat nanti dengan meninggalkan generasi yang lebih buruk dari diri kita. Maka menjadi da'i/da'iyah adalah mutlak adanya dan menjadi murobbi/murobbiyah adalah bentuk syukur kita berada dalam naungan jama'ah Islam ini. Wallohu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk Ibu... syafakillah, Allahumma isfii...&lt;br /&gt;Teruntuk Sahabat perjuanganku, afwan jiddan ada janji yang belum tertunaikan, moga Allah SWT memberi kelapangan kepada ana untuk segera ana tunaikan. Semangat!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-4318945202252097991?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/03/terabaikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-2169673965576702401</guid><pubDate>Wed, 04 Mar 2009 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-04T00:40:15.315-08:00</atom:updated><title>Fase berikutnya!</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BBgawmHRJX8/Sa47z2rEQzI/AAAAAAAAAA0/uLPyfaXjO3U/s1600-h/akhwat+tangguh4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309246772751909682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 246px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BBgawmHRJX8/Sa47z2rEQzI/AAAAAAAAAA0/uLPyfaXjO3U/s320/akhwat+tangguh4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillah...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setiap orang tentu akan melewati fase-fase kehidupan. Baik disadari ataupun tidak, ia direncanakan maupun tidak. Seharusnya mind set awal kita adalah titik fokus yang tepat pada sasaran, sehingga tidak bercabang kemana-mana dan akhirnya hanya setengah jadi ataupun menjadi kepompong yang prematur. Padahal mengharapkan impian menjadi kupu-kupu yang cantik, bisa terbang tinggi dan indah dipandang. Ana teringatkan dengan sebuah kiriman gambar disamping dari salah seorang saudara seiman yang mudah-mudahan selalu dalam lindungan-nya. Sehingga senantiasa bisa saling menyemangati dalam berbagai fase kehidupan. Aamiin&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada di ujung masa kuliah, tapi semua bisa bercabang. Mestinya fokus satu-satu, diselesaikan dulu. Setelah itu baru melangkah ke fase kehidupan berikutnya. Step by step adalah pola pikir ideal. Namun pada kenyataannya terkadang semua berbaur menjadi satu, antara kuliah, kerja, wirausaha bahkan menikah. Intinya semua mesti bisa dimenej dan diselesaikan. Jika semua setengah-setengah maka tidak ada yang akan dipetik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ingatlah pada sebuah ayat dalam QS. al-insyiroh ayat 7 : &lt;em&gt;"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)". &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, selesaikan satu-satu... insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-2169673965576702401?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/03/fase-berikutnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BBgawmHRJX8/Sa47z2rEQzI/AAAAAAAAAA0/uLPyfaXjO3U/s72-c/akhwat+tangguh4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-4194008092106573041</guid><pubDate>Sat, 07 Feb 2009 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-06T23:08:32.577-08:00</atom:updated><title>Aku mencintai mu...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau tilawah begitu menggugah hati ku. Engkau egois, sama seperti diriku tapi ketangguhan-mu menghadapi kehidupan ini membuat aku tak segan untuk mengatakan ... aku mencintai-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaanmu tak diragukan, dengan kafaah keilmuan yang kau miliki. Kau bisa tepat memutuskan segala sesuatunya. Kesabaran-mu, sikap diam-mu. Ah... tak tahan juga aku katakan... aku mencintai-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak protes, tapi ketika aku mengkritik-mu, engkau bilang "bukannya disitu yang begitu". Jarang ditemukan satu kata sepakat bila mendiskusikan masalah pilihan dan pemikiran. Namun, dengan itu kau tunjukan kekurangan-ku. Walaupun hanya didalam hati tetap ku katakan... aku mencintai-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku lemah dan tidak ada teman berbagi. Engkau hadir dan berusaha menenangkan diriku walaupun kau tak tahu masalah yang ku hadapi. Engkau begitu anggun, tapi kadang tertutup dan berlebihan dalam mengemukakan sesuatu, atau mungkin terbawa perasaan. Tapi begitulah akhwat. Aku suka kepribadian-mu dan telah ku katakan... aku mencintai-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku biasanya agak canggung untuk meminta kritikan dari orang terdekat, pasti kekurangan diri akan dikatakannya. Namun ternyata berbeda, engkau bilang "U'r the best" dan membuat-ku tidak tahu harus berkata apa. Sobat akhirnya harus ku katakan juga... aku mencintai-mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan kita untuk mencintai seseorang. Entah keluarga, sahabat, teman atau bahkan rival kita sekalipun. Apalagi jika terikat tali iman, tentu ada hak dan kewajiban yang harus kita tunaikan untuk memenuhi hak-hak persaudaraan. Hadirkan perasaan cinta kita untuk senantiasa menegakkan kalimah-Nya. Bergerak, berkarya, berkontribusi-lah dengan cinta yang dilandasi keimanan karena-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-4194008092106573041?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/02/aku-mencintai-mu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-5581344461733528042</guid><pubDate>Fri, 23 Jan 2009 05:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-22T22:27:11.038-08:00</atom:updated><title>Kelewat.......</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kisah yang tidak perlu ditiru, cukup jadi pelajaran saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore dalam sebuah rapat, di lantai dasar masjid kampus. Setelah rapat sekian lama berjalan, ana merasa kurang sepakat dengan salah seorang ikhwan, akhirnya ana lakukan aksi walk out tanpa sepengetahuan ikhwan... tahu-nya pas ikhwan sudah beres berpendapat dia tanya, "teh gimana?". Teman ana bilang, "teteh nya juga gak ada di tempat!".  Afwan ya, hijab kelewat tinggi jadi antum tidak tahu ana tinggalkan forum. Mestinya tidak begitu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih pada suatu sore, pulang dari tempat KKN. Kondisi terburu-buru ngejar angkot biar cepat. Seperti biasa ana tidak terlalu perhatikan kondisi sekitar. Ternyata di angkot hanya satu tempat yang tersisa dekat pintu. Ana pikir tidak apa-apa lah yang penting cepat sampai rumah. Ternyata sopir minta dipenuhi tempat duduk jadi ana pindah kesebelah kanan. Spontan ana pindah dengan memegang lutut orang yang duduk disebelah ana. Astaghfirullah........ Ana pikir yang duduk sebelah ana adalah ibu-ibu karena perawakan gemuk dan memakai sweater orange seperti akhwat, tahu-nya seorang akh bertopi. Langsung ana tidak enak hati. Alhamdulillahnya ikhwan ini cuek-cuek saja. Jadi ana agak lega. Yang ini kelewat ghodul bashor jadi tidak tahu siapa yang ada disamping. Moga tidak terjadi lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isrof memang tidak boleh, mesti berperilaku sewajarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-5581344461733528042?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/01/kelewat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-7711902097188327193</guid><pubDate>Thu, 01 Jan 2009 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-01T01:07:43.652-08:00</atom:updated><title>Gadis!</title><description>dua hari lalu kau ke rumah-ku lagi,&lt;br /&gt;aku terhenyak, bercampur antara ragu dan khawatir&lt;br /&gt;ternyata wajahmu ceria dan kau tampak lebih bersih&lt;br /&gt;lebih gemuk dan berseri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perkenalan itu hanya dibahu jalan&lt;br /&gt;saat malam selepas aku mengajar anak-anak mengaji&lt;br /&gt;kau menghampiri-ku dengan sepeda-mu&lt;br /&gt;kau katakan ingin mengaji dan bisa mendo'akan orang tua-mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku sambut keinginan-mu&lt;br /&gt;ku perkenalkan nama-ku dan...&lt;br /&gt;aku minta kau datang ke masjid besok malamnya,&lt;br /&gt;engkau terlihat malu bergabung dengan anak-anak saat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usia-mu memang lebih senior dari mereka&lt;br /&gt;engkau bilang usia-mu 19 tahun&lt;br /&gt;tapi kau juga bilang pada adik-ku usia-mu 22 tahun&lt;br /&gt;aku bingung, ditambah cerita-cerita mu yang membuat aku serba salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana membantu-mu?!&lt;br /&gt;engkau seorang khadimat, yang tertekan&lt;br /&gt;aku terbiasa bebas tanpa ada yang mengikuti-ku kemanapun&lt;br /&gt;namun dari saat perkenalan itu, engkau jadi bagian hidup-ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sangat kaget saat pertama engkau ke rumah-ku&lt;br /&gt;engkau curhat seperti biasa&lt;br /&gt;tentang keluarga, majikan dan lainnya&lt;br /&gt;roman wajah yang aneh...&lt;br /&gt;saat aku melihatmu tersenyum, dalam waktu singkat kau menangis&lt;br /&gt;aku bingung?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu hari, engkau mencari-ku di masjid&lt;br /&gt;tapi seperti biasa aku langsung masuk ruangan kelas&lt;br /&gt;tanpa ku tahu keberadaan-mu saat itu&lt;br /&gt;entah kenapa, aku menjadi takut engkau jadi bagian dari hidup-ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya engkau naik ke lantai dua, ruangan kelas-ku&lt;br /&gt;karena pelajaran belum usai, maka kau tak berani masuk...&lt;br /&gt;aku mulai gelisah, apa lagi yang akan engkau sampaikan padaku...&lt;br /&gt;aku lihat engkau membawa buku tuntunan shalat yang aku berikan saat itu&lt;br /&gt;rupanya engkau akan mengembalikannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sudahlah, aku berikan saja buku itu...&lt;br /&gt;entah kenapa aku pasang wajah-ku tak seramah biasanya kepada-mu&lt;br /&gt;maafkan aku gadis! aku bingung...&lt;br /&gt;selepas anak-anak shalat isya berjamaah aku masuk ruangan guru&lt;br /&gt;aku tak begitu pedulikan-mu, maafkan aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku duduk di pojok ruangan&lt;br /&gt;aku tahu, engkau tidak akan berani masuk&lt;br /&gt;akhirnya engkau bilang ada keperluan dengan-ku pada teman-ku&lt;br /&gt;teman-ku meminta supaya engkau masuk ruangan&lt;br /&gt;tapi engkau tidak mau, engkau pun bilang mau pinjam HP untuk telphon kakak&lt;br /&gt;teman-ku bilang, tidak ada pulsa-nya&lt;br /&gt;aku tidak mengerti apa yang dikatakan teman-ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku, mungkin engkau merasa sakit saat itu...&lt;br /&gt;tapi aku tidak mau terus berada dalam kebingungan,&lt;br /&gt;jika ini akhir cerita engkau dan aku&lt;br /&gt;aku harap engkau bahagia ditempat baru-mu&lt;br /&gt;sekali lagi maafkan aku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-7711902097188327193?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2009/01/gadis.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-1000812687284008590</guid><pubDate>Thu, 01 Jan 2009 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-01T00:21:32.742-08:00</atom:updated><title>Palestina-ku.........</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian waktu tak mengubah nasib mu wahai tanah suci tiga agama. Palestina... Entah sampai kapan konflik berakhir disana. Hari-hari yang dilalui selalu bernafaskan debu-debu perjuangan, bahkan darah merah pengorbanan. Semua menjadi satu gemuruh semangat jihad. Ana yakin dan sangat yakin, Islam akan berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Rabb... Satukanlah hati-hati kami untuk senantiasa berjuang dijalan-MU, membantu perjuangan saudara-saudara kami di Palestina, jayakanlah cahaya Islam dimanapun berada, berikanlah kekuatan kepada kami semua untuk istiqamah bersama-MU, izinkan kami menjadi prajurit-prajurit-MU sehingga syahid menjadi akhir dari kehidupan kami di dunia ini... aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina nun jauh disana, namun kita sebagai sesama muslim sudah selayaknya saling membantu. Ana teringat sebuah sms dari salah seorang sahabat seperjuangan dari Lampung sana, redaksinya seperti ini : &lt;em&gt;"Tahukah kita hubungan antara kedua bola mata? Mereka selalu bergerak bersama, melihat dan terpejam bersama, bahkan menangis bersama... Mereka selalu sejalan dalam kebersamaan, meskipun keduanya tidak bisa melihat satu sama lain... Itulah ukhuwah, semoga Allah senantiasa menguatkan pijakan kaki kita dalam kebersamaan karena-Nya..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu saudara kita di Palestina  bisa dengan berbagai cara, salah satunya dengan menunjukkan rasa simpati dan empati kita melalui aksi damai yang insya Allah akan menjadi sebuah dukungan moral bagi perjuangan saudara-saudara kita disana. Atau pun menyalurkan donasi kita melalui badan-badan yang peduli dengan nasib bangsa Palestina, bisa dengan &lt;em&gt;one man one dollar&lt;/em&gt;, atau bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, disaat tahun baru Hijriyah ana putuskan untuk ikut aksi damai Palestina di Jakarta padahal sebelumnya ana sudah putuskan untuk ikut pawai MDA menyambut tahun baru. Tapi ana tidak bisa berdiam diri melihat permasalahan yang lebih besar. Perjalanan Bandung-Jakarta tidaklah seberapa dibanding dengan perjalanan panjang penderitaan rakyat Palestina. Begitupun dengan kegelisahan menghadapi bapak polisi yang berjajar lengkap dengan tameng dan pentungannya, tidak ada apa-apanya dibandingkan saudara-saudara kita yang di bom bardir disana. Berpanas-panas yang hanya sekian jam  juga tak sebanding dengan perjuangan di Palestina sana. Apa yang bisa kami lakukan untuk membebaskan Engkau, Palestina-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas aksi, kami masih bisa istirahat sepuasnya, tersenyum, tertawa, bercanda, mengurusi hal-hal kecil dan bahkan sia-sia. Sungguh sangat jauh sekali perbedaan kondisi disana dan disini saudara-ku... Disini selepas aksi masih sempat-sempatnya berphoto, nampang dengan bendera Palestina dan syal di wajah, seolah mujahid sejati. Mungkin kami harus meluruskan niat kembali supaya hanya karena Allah, bukan siapa-siapa. Syahid masih jauh dari kualitas diri ini, jika gelar itu layak disandang pada diri ini, maka ajaklah diri ini bersamamu saudara-saudara-ku para syuhada Palestina... Ana uhibbukum fillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never ending story for jihad Palestina......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-1000812687284008590?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/12/palestina-ku.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-1829164881982345170</guid><pubDate>Mon, 22 Dec 2008 09:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-26T04:58:15.809-08:00</atom:updated><title>Selamat Hari Ibu...</title><description>&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Bismillah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Usap lembut kasih tak henti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Belaian canda menyeriak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Tak hari tak tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Semua mengalir ditepi waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Kadang amarah hanya tersimpan dalam kata hatimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Tetaplah kau sayang aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Mungkin seribu luka dalam dada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Tetapi tetap hanya ada dalam kebisuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Engkau tegar dalam kepayahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Engkau bak menteri dalam hal apapun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Menata, mengatur, dan merencanakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Ibu... dapatkah aku seperti mu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Dapat melalui kehidupan ini dengan matang..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Penuh pertimbangan, tepat, dan hebat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Cukuplah peluhmu sampai hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Aku harap, esok aku bisa setegar dan sehebat engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Menjadi Ratu Rumah Tangga sejati...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Maafkan aku, dihari ini tak dapat ku beri apapun pada mu, tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku harap engkau mengerti. Terimakasih Ibu... Sayang dan cintaku untukmu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); FONT-STYLE: italic; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(153,51,153)"&gt;"Selamat Hari Ibu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-1829164881982345170?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-3246051776695276921</guid><pubDate>Fri, 05 Dec 2008 05:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-04T22:54:01.333-08:00</atom:updated><title>Acapella?!</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak desember ana teringat sesuatu... ya, kado milad beberapa tahun ke belakang dari kakak ana. Setiap ana ingin sesuatu, biasanya kakak ana belikan pas milad. Tapi tidak yang aneh-aneh. Paling buku, kaset, dll. Ana cenderung pendiam tapi dulu sempet jadi maniak nasyid, khususnya aliran acapella. Bagi ana acapella lebih dasyat ruhy-nya dan ngena. Mungkin lain orang lain juga kesukaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa group nasyid yang ana suka, diantaranya  Suara Persaudaraan, Mupla, Snada, JV, Gradasi, dan Al-Ginat. Koleksi kaset yang paling banyak Mupla, Al-Ginat ada, SP juga ada. Kalau JV ana pinjam saja karena nampang banget personilnya buat ngeres di mata... (harus ghodul bashor kan), padahal ana suka nasyid-nasyidnya, sayang susah buat jaga hati, afwan ya bro... hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sekitar tahun 2003 ana main ke rumah teman sekolah di Cikarang, dia bilang kalau nasyidnya SP ada yang berjudul "Reno", waktu itu ana benar-benar penasaran. Dia bilang pokoknya ngegambarin ana banget! Wah, tambah penasan ni...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama setelah itu ana jalan-jalan ke toko kaset, dan menemukan kaset yang dimaksud. Tapi sayang ana sedang nggak ada uang waktu itu, jadi cuma lihat dari jauh saja... sedih juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ana sudah meninggalkan dunia per-nasyid-an, alias jarang dengarkan dan koleksi kaset dan CD nggak nambah sejak 2004. Bagi teman-teman yang mau kasih ana kaset "SP" yang judulnya "Reno" dengan gratisan boleh-boleh saja ya, insya Allah ana terima dengan senang hati... afwan hanya bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobby terkadang ditinggalkan setelah ada aktivitas baru yang lebih diprioritaskan! Bernasyid boleh juga sesekali untuk hilangkan penat-penat aktivitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-3246051776695276921?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/12/acapella.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-7049046386993427538</guid><pubDate>Sun, 30 Nov 2008 11:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-30T05:17:30.061-08:00</atom:updated><title>Sisa...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... Bulan Dzulhijjah sudah hadir, itu tanda akan berakhirnya Tahun Hijriah. Apakah kita mengakhirinya dengan husnul khatimah atau sebaliknya? Dijawab masing-masing saja. Mungkin besar harapan kita untuk diampuni dosa di satu tahun kebelakang dan satu tahun kedepan dengan memanfaatkan moment shaum sunnah Arafah. Tapi alangkah lebih baiknya jika kita luruskan kembali niat kita hanya semata-mata Lillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi ana me-list agenda hari ini, lumayan padat dari pagi sampai maghrib. Alhamdulillahnya ada kesempatan rehat, jadi bisa ke warnet sore ini dengan sisa lelah dan kata-kata. Membina dan dibina adalah alur yang tak terpisahkan, memberi dan menerima begitulah kehidupan berputar. Nikmat yang sangat luar biasa saat kita bisa istiqamah bersama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penat-penat aktivitas rutin mulai menjadi ganjalan dalam lalulintas pikiran, tapi tak mengapa.. Toh hidup terkadang memang lurus-lurus saja, namun kejutan-kejutan menarik terkadang juga menjadi bunga-bunga indah dalam alam nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama ana tidak beraktivitas seperti hari ini, dimana hitungan menit benar-benar jadi ukuran. Padahal beberapa bulan lalu ana merasa sudah banyak waktu luang. Intinya menata kembali semua aktivitas kita dengan memanfaatkan kesempatan waktu yang kita miliki, maka insya Allah waktu kita menjadi tidak sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang menarik di hari tadi. Anak-anak MDA melakukan manasik haji, lokasinya masih disekitar masjid. Karena sudah besar jadi agak mudah di atur. Ada teriakan yang janggal saat melempar jumroh. Apa itu???  Ada anak yang berteriak "turunkan harga BBM...!!!!", eh satu anak malah ikut-ikutan "turunkan harga sembako...!!!". Waduh maksudnya apa dik?! Mungkin ini pikiran yang ada pada anak-anak secara spontan, tapi... bisa jadi ini karena korban berita atau perbincangan dikeluarga. Yang jelas mungkin ini adalah sesuatu yang terekam dalam benak mereka. Ana hanya berharap moga mereka kelak lebih baik dari diri ana, penerus risalah dakwah dan menjadi pemimpin yang adil dan tangguh. Aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan tulisan ini ada dalam lelah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-7049046386993427538?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/11/manasik-haji.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-5219701825105368349</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 04:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T20:46:20.965-08:00</atom:updated><title>Barakallahu...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak warna melukis akhir bulan oktober dan awal november, berita gembira khususnya. Ana haturkan ucapan Barakallahu... Teruntuk sahabat seperjuanganku sewaktu sekolah, kerja, kost dan menapaki jalan dalam mencari kematangan hidup. Untukmu yang wisuda tanggal 30 Oktober kemarin sahabat Euis Ernawati, moga jadi Ibu Bidan yang baik dan ilmunya bermanfaat bagi ummat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu... kembali ana haturkan untuk adik tim BP-Nas FSLDK Jabar ukhti Lina Herlina yang telah melangsungkan pernikahan tanggal 8 November kemarin dengan akh Sofyan Taufik. Moga bingkai dakwah senantiasa menjadi bekal perjalanan baru antum berdua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu... Teruntuk sahabat2 yang senantiasa memperbaharui keimanannya dalam setiap tapak kehidupan, tetap semangat dan istiqamah. Apapun keputusan yang kita ambil semoga senantiasa disertai dengan lillah. Aamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-5219701825105368349?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/11/barakallahu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-7689461190742883272</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 11:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-11T05:05:39.541-07:00</atom:updated><title>Akhawat harus sehat</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun sudah ana jalani pekerjaan sebagai penyantun kerohanian, pekerjaan yang bukan sekedar pekerjaan. Tetapi wisata ruhani dan hati. Sungguh banyak hikmah yang dapat ana ambil. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepekan dua kali ana masuk kerja, hanya dua jam saja seharinya. Ringan sepertinya, tetapi perlu persiapan mental dan ruhiyah dalam menghadapi pasien. Wajah senantiasa penuh senyum, adem, ramah, dapat menenangkan pasien tentunya. Lama berjalannya waktu, tanpa disadari akhirnya ana jadi penyantun kerohanian spesialis kebidanan. Entah karena jadwal atau sudah pantas jadi ibu kali ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien di Lantai kebidanan memang tidak terlalu banyak, tapi menghadapi pasien yang akan di operasi, akan melahirkan atau anaknya meninggal diperlukan seni komunikasi yang apik dan pengalaman yang tidak sedikit. Disinilah ana mulai mengamati karakteistik pasien setiap harinya, atau hal apa saja yang biasa terjadi. Terkadang dalam satu hari ana menemukan semua bayi yang lahir ikhwan semua atau sebaliknya, ada juga dalam satu hari anak ke-3 semua, atau yang di operasi kista menjadi mayoritas. Namun pernah juga ana menemukan dua  ibu yang melahirkan di usia 19 tahun, dan kedua anak ibu tersebut meninggal, innalillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana banyak terlibat  dialog dengan para ibu disana, akhirnya ana menemukan beberapa yang menjadi kendala persalinan para ibu,diantaranya penyakit maag,penyakit asma,tekanan darah tinggi dan HB (-). Ini terkadang membuat ana khawatir dengan kondisi pribadi, dan akhirnya mulai memperbaiki pola hidup-pola makan. Ingat akhawat, jadi ibu tidak mudah. Kesehatan mesti jadi prioritas karena itulah kenikmatan yang luar biasa. Mending dapat suami aghnia walau sakit bisa langsung ditangani, nah kalau tidak maka menyusahkan pribadi dan keluarga tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya bukan nyari ikhwan yang kaya tapi jaga kesehatan pribadi karena &lt;em&gt;hadits&lt;/em&gt; Nabi yang menyatakan bahwa seorang mukmin yang &lt;em&gt;kuat&lt;/em&gt; itu  lebih baik dan lebih &lt;em&gt;dicintai&lt;/em&gt; oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Maka jadilah akhawat yang kuat secara jasadi tanpa melupakan ruhy, fikri, maal, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-7689461190742883272?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/10/akhawat-harus-sehat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-8937013099578850755</guid><pubDate>Thu, 04 Sep 2008 07:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-04T01:24:18.196-07:00</atom:updated><title>Tahun Munakahat</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan tahun 2008 ini sangat unik, karena hampir di setiap bulannya ana dapat kabar entah tetangga, teman SD sampai kuliah ada yang melangsungkan pernikahan. Sempat berbincang dengan salah seorang rekan, katanya "Tahun ini tahun munakahat teh, lihat saja nanti pasti banyak lagi yang menyusul". Barakallahu fik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, moga dengan antum/na menggenapkan dien ini , kian optimal dalam beramal!&lt;br /&gt;Ana teringat sebuah nasyid dari Suara Persaudaraan, kalau tidak salah seperti ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai kekasih hati, ku gubahkan nasyid ini&lt;br /&gt;Sebagai tanda cinta suci, dalam naungan Ilahi&lt;br /&gt;Hari demi hari bersama mu ku lewati&lt;br /&gt;dalam suka dalam duka, dalam menuju ridla-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrarkan bersama untuk tetap dijalan-Nya&lt;br /&gt;Bahtera rumah tangga teladankan Rasul mulia&lt;br /&gt;Didik putra-putri sebagai amanah Ilahi&lt;br /&gt;Bekali akhlak insani jadikan mu'min sejati&lt;br /&gt;Insya Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah ya... hehe..&lt;br /&gt;Selamat melakukan perjalanan baru ikhwah, pernikahan itu tak sekedar menyatukan dua insan. Tapi membangun batu bata peradaban!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-8937013099578850755?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/09/tahun-munakahat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-196223143807349218</guid><pubDate>Fri, 29 Aug 2008 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-28T22:12:32.763-07:00</atom:updated><title>Jam malam seorang ukh...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah wanita melakukan safar selama 3 hari kecuali bersama mahramnya.” (Hadits shahih, dikeluarkan oleh Bukhari 2/54, Muslim 9/106, Ahmad 3/7, dan Abu Dawud 1727)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar (bepergian) selama satu hari satu malam yang tidak disertai mahramnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya ia mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Janganlah seorang wanita melakukan safar kecuali bersama mahramnya dan janganlah seorang laki-laki masuk menjumpainya kecuali disertai mahramnya.” Kemudian seseorang bertanya : “Wahai Rasulullah ! Sungguh aku ingin keluar bersama pasukan ini dan itu sedangkan istriku ingin menunaikan haji.” Maka bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : “Keluarlah bersama istrimu (menunaikan haji).” (Dikeluarkan hadits ini oleh Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taujih hadits diatas ana peruntukkan untuk ana pribadi, karena memang terkadang kurang terjaga. Senang menikmati jaulah sendiri. Padahal sesungguhnya dibalik aturan yang ada, tertanam banyak hikmah. Yakni menjaga dan memuliakan kaum akhawat. Dalam kehidupan keseharian, tidak jarang kaum akhawat yang menjadi korban tindak kriminal, oleh sebab itu proteksi yang dilakukan Islam adalah jika bepergian tidak sendirian. Apalagi malam hari. Selama dua tahun, mungkin dua atau tiga pekan sekali kalau ana mudik ke Bandung, dulu jam 23.00 atau 24.00 masih di jalan. Alhamdulillahnya tidak pernah terjadi hal yang aneh-aneh pada diri ana, kecuali sempat menyaksikan beberapa orang yang sedang mabuk atau sakau mungkin... na'udzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Jadilah muslimah yang terjaga!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-196223143807349218?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/08/jam-malam-seorang-ukh.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-3155298370258023631</guid><pubDate>Sat, 23 Aug 2008 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-23T07:37:36.997-07:00</atom:updated><title>Road to Ramadhan</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma bariklana fii rajabin wa sya'ban wa balighna ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb... berkahilah kehidupan hamba di bulan rajab dan sya'ban dan sampaikanlah usia hamba, keluarga, kerabat, sahabat-sahabat dan orang-orang mukmin kepada bulan ramadhan. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas kian familiar terdengar, sangat indah dan penuh makna isinya meskipun menurut beberapa kajian, hadits diatas ada beberapa perawinya diragukan, alias mungkar. Namun dalam keutamaan amal insya allah hadits ini masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gersang sepertinya blog ini tanpa sambutan untuk bulan Mulia, oleh sebab itu akan ana katakan dengan terang "MARHABAN YAA RAMADHAN"  Jadikanlah kami hamba-hamba yang tidak merugi dibulan ramadhan, mendapatkan malam lailatul qadar, dan menjadi pribadi yang muttaqin. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya ana ingin mohon maaf atas segala khilaf dan salah kepada siapapun yang pernah  bersinergis dengan ana. Moga kita melangkah pada bulan suci dengan hati yang suci pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad : Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir diantara mereka sudah memasuki pintu itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; maka ditutuplah pintu itu." (HR. Bukhary Muslim).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-3155298370258023631?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/08/road-to-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-3565917251962311599</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 06:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-20T00:33:15.429-07:00</atom:updated><title>Rehat.. Safari... Bergerak</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Rahim telah menegur ana, lebih dari sepekan ana  sakit yang belum pernah ana alami sebelumnya. Entah apa, yang jelas ana tak sempatkan untuk berobat saat itu. alhamdulillah-nya sekarang sudah pulih dan bisa beraktivitas kembali. Sehat itu harus, tapi terkadang diantara kita tidak menyadari apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Melakukan aktivitas banyak tapi makan tidak di jaga. Bahkan Maag adalah penyakitnya para aktivis dan itu biasa bahkan dimaklumi. Aktivis seharusnya tidak demikian. Karena jika aktivis adalah penebar rahmat untuk yang lain maka dia harus memenuhi hak pribadinya, apa lagi aktivis dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallah...&lt;br /&gt;Allah menghibur ana. Dua hari setelah pulih, TK dekat rumah mengadakan out bond dan ana jadi pendamping anak-anak. Melihat tingkah mereka membuat ana tertawa, tapi kadang merepotkan. anak-anak banyak maunya, mudah bosan, gak mau diam, dll pokoknya. di hari berikutnya kakak ana ada agenda ke Jateng. Malu memang kalau nebeng. Tapi ana beranikan diri untuk SMS dan bilang, ada lowongan gak? kalau ada ana ikut. Ternyata ada dan ana pun berangkat malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana kira hanya ke Jogja saja agendanya. Ternyata benar-benar travelling, dari Jogja-Magelang-Solo-Semarang-Pekalongan-Tegal. Tiga hari ke banyak kota, hal yang tidak biasa dan luar biasa menghabiskan energi. Subhanallah... dengan kekuatan ukhuwah semua tidak terasa lelahnya. Biasanya ana hanya pergi ke satu kota beberapa hari dengan satu agenda. Tapi yang ini lain. Benar-benar refreshing dan wisata kuliner juga. Hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keliling Jateng membuat cakrawala baru bagi ana. Dengan membaca dua buku saat itu Serial Cinta-Ust. Anis Matta dan Ten Commitments For Men- Tom Massey. Dua aliran buku yang sangat berbeda. Tapi menjadi sumber inspirasi. Perbedaan lain juga ada dan ini membuat ana bersyukur berada di Jabar khususnya di Bandung. Mengapa demikian? Di Jogja ana merasakan susahnya mencari makanan yang halal karena tempat yang ana singgahi mayoritas non muslim. Malah teman yang baru hari itu ana kenal sampai memuntahkan lagi makanan yang tadi dimakan. alhamdulillahnya dapat info kalau penjual makanan itu orang muslim. Untung dech gak jadi muntahin... hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang berbeda ketika tanggal 17 agustus di Solo. Rombongan yang lain pada belanja. Ana sendiri nunggu di mobil. Gak tahunya ada suara musik terdengar. Ternyata ada arak-arakan yang 17-an. Tahu kah antum apa yang menjadi simbol arak-arakan itu? Sebuah boneka besar berwarna merah-putih sinter claus menjadi maskotnya dengan diikuti banyak kendaraan di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana berpikir dan berpikir. Ya Allah, sungguh ana bersyukur berada di tempat yang mayoritas muslim. Jika wilayah Jawa saja seperti ini, bagaimana yang lainnya? Islam menang adalah keniscayaan. Kontribusi kita sangat dinantikan dimanapun, sebagai apapun. Dengan kondisi seperti ini, membuat ana prihatin. Dimanakah muslim mayoritas? Saatnya kita bergerak dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-3565917251962311599?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/08/rehat-safari-bergerak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-8249336883081669489</guid><pubDate>Wed, 13 Aug 2008 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-13T00:43:26.907-07:00</atom:updated><title>Sejenak...</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah antum/na berpikir sejenak...&lt;br /&gt;Siapakah yang menyuruh antum/na bergerak dalam dakwah ini?&lt;br /&gt;Siapakah yang menyuruh antum/na menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk dakwah ini?&lt;br /&gt;Siapakah yang menyuruh antum/na rela mengorbankan apa saja yang antum/na miliki untuk dakwah ini?&lt;br /&gt;Semua hanya diri antum/na yang tahu, siapa yang menggerakkan diri, apa motivasi dan apa tujuan akhir  sehingga antum/na berada  dalam lingkaran dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepalsuan kadang menerpa para pengusungnya. Mungkin pada diri ana sendiri-pun. Mengapa demikian? Karena prioritas dalam berdakwah mestinya tidak melupakan eksistensi pokok diri kita. Entah itu sebagai pelajar, mahasiswa, karyawan, guru, usahawan, dan lain sebagainya. Dan hal ini terkadang dilupakan, sehingga eksistensi awal kita di nomor-dua-kan. Sehingga dikampus tidak jarang para aktivis yang masa kuliahnya menjadi tidak wajar alias panjang dan lama. Ada sebuah pernyataan dari seorang ikhwah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"sekarang bukan saatnya berlama-lama kuliah"&lt;/span&gt;. Memang benar,  sekarang serba cepat. Akselerasi adalah sebuah keniscayaan, jadi mesti disadari dari awal sebelum kita bergerak di dunia dakwah agar tidak melupakan eksistensi awal kita sehingga menjadi tawazun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya, setelah kita meminang &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"dakwah"&lt;/span&gt; ini, motivasi kita dalam melakukan segala aktivitas kebaikan lebih tinggi, bukannya menurun bahkan tidak produktif. Dengan dakwah semua mesti terarah. Ana teringat saat silaturrahim ke rumah salah seorang ustadz di Bandung. Tentang mentoring kampus, kata beliau dengan mentoring seharusnya dapat mengarahkan jalan hidup pesertanya, dengan acuan di tahun pertama mereka baru ta'aruf (mengenal kampus), di tahun kedua mulai aktif berorganisasi, di tahun ketiga menjadi top-leader, kemudian di tahun keempat fokus ke akademik dan maisyah, kemudian lulus dan langsung menikah. Ideal memang! Tapi terkadang kultur dikampus tidak demikian. Sehingga membuat para aktivis berlama-lama untuk kuliah dan mengkader penerusnya setelah tahun keempat. Harapannya gambaran tadi menjadi pencerahan untuk tidak berlama-lama dikampus, tetapi melakukan langkah-langkah yang tepat di setiap tahunnya. Allahu'alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-8249336883081669489?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/08/sejenak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-8240019811328633618</guid><pubDate>Thu, 31 Jul 2008 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-31T00:30:49.190-07:00</atom:updated><title>Ana dan kenangan dulu..</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana ingin cerita tentang Bandung disaat ana masih kecil. Dulu ana dan keluarga tinggal di Jl. Ambon dekat GOR dan Lapangan Saparua. Ana habiskan masa kecil sekitar 6,5 tahun disana. Apa yang ana rasakan saat itu? Sepertinya enjoy-enjoy saja... Namanya juga anak-anak, tidak ada yang dipikirkan, tak ada beban. Yang ana ingat dulu itu sering ada pertunjukan budaya di GOR Saparua. Mulai dari tarian daerah, pertunjukan gajah, sampai ondel-ondel yang membuat ana lari ketakutan. hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana suka bermain di daerah Jl. Seram, Taman Maluku, Gasibu kadang-kadang...&lt;br /&gt;Dulu, setiap pagi Ibu selalu membelikanku roti bakar dan bubur kacang hijau... Duh jadi pengen nich. Ada beberapa teman sebaya saat itu, sekitar tiga orang. Dan ada hal yang selalu qta tunggu... Apa itu? Itu adalah angin besar, yang qta sebut angin puyuh. Entah sebesar apa, yang jelas angin itu agak sering mucul waktu ana kecil dan mampu menerbangkan seng yang digunakan sebagai atap kios-kios sekitar Jl. Ambon saat itu.  Misi ana dan teman-teman cukup sederhana sebenarnya, mengapa qta senang kalau ada angin puyuh. Itu karena Pohon Asem yang berjajar di sepanjang jalan akan menggugurkan buahnya dan itu adalah panen asem bagi ana dan kawan-kawan, begitupun dengan kedua kakak ana. Sehingga pulang kerumah bisa bawa asem satu kaleng biscuit penuh... Barakah bukan? hehe...&lt;br /&gt;Memang terkadang lucu, mungkin bagi orang dewasa kejadian ini adalah hal yag mengerikan, tapi bagi ana dan kawan-kawan saat itu kejadian ini adalah anugerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kenangan yang takan terlupakan. Bandung saat itu dingin dan sering hujan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-8240019811328633618?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/07/ana-dan-kenangan-dulu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-5883515246698518198</guid><pubDate>Wed, 23 Jul 2008 06:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-22T23:53:12.788-07:00</atom:updated><title>Beres?!</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, akhirnya kegiatan yang telah direncanakan sekian lama beres juga. PUSKOMDAYS, ya agenda besar FSLDK yang membuat ana dan kawan2 SC-OC  bisa dikatakan kelimpungan. Tapi alhamdulillah lancar juga, dengan segala keterbatasan yang kami miliki tentunya.  Sungguh Allah senantiasa  memberikan kemudahan bagi hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  November lalu, ba'da di putuskan Bandung sebagai tuan rumah kegiatan ini. Sungguh ada beberapa hal yang menghambat kerja kami. Mulai dari birokrasi, acara sampai dengan pendanaan. Namun perhitungan Allah akan sangat berbeda dengan perhitungan hambanya. Yang menurut qta tidak mungkin, akan sangat mudah bagi-Nya. Ana sadari, mungkin ini amanah terakhir ana di agenda dakwah kampus nasional. Ada merasa lega ba'da agenda ini. Namun disisi lain ana merindukan saat2 bersinergis dengan teman2 se-nusantara. Subhanallah, banyak hal yang tak tergantikan dalam hidup ana. Jika hari ini qta masih mengeluh, sungguh sebenarnya Allah telah memberikan segalanya bagi qta, tinggal bagaimana qta menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga di episode kehidupan berikutnya, bisa membuat diri ana lebih baik lagi...&lt;br /&gt;Jazakumullah khair tuk semuanya, atas ukhuwahnya dan ide2 cerdasnya. Ana mohon maaf jika tidak optimal. Tuk adik2 dikampus, terus berjuang ya! Estafeta dakwah ini ada ditangan antum/na.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran 'ala juhdikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-5883515246698518198?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/07/beres.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-7296220932861575746</guid><pubDate>Mon, 30 Jun 2008 14:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-30T07:44:14.010-07:00</atom:updated><title>Apa ya...?</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah tiga hari Musyag ditambah dua hari di FSDA membuat pikiran seperti  anggota dewan saja yang kerjaannya sidang dan sidang... yang penting membuahkan hasil dan solusi, semua bukan simbolis, ritual tahunan dan bukan pula ajang saling menjatuhkan dan mendebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak dipungkiri momen besar Fosil Nas atau Da salah satunya adalah ajang melepas rindu dengan teman yang lama tidak bertemu, atau teman chatting dan SMS yang belum pernah bertemu didarat. Apapun tujuannya yang jelas kita semua "punya itikad baik". Lho koq jadi gak nyambung? Ana sedang teringat kata-kata itu yang sering muncul dipertemuan dua hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi ada seorang ikhwan nelphon, beliau dari luar kota yang sempatkan jalan-jalan ba'da agenda FSDA. Ana pikir ada yang penting dan mendesak. Ternyata sang ikhwan sedang di pasar baru dan menanyakan tempat jualan kerudung dan berapa harganya. Lucu memang, tapi pertanyaan ringan ini gak bisa ana jawab. Kenapa? Karena ana gak suka belanja, dan memang ada kebiasaan akhwat lainnya yang tidak begitu ana sukai. Mestinya tidak begitu, tapi memang begitu adanya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-7296220932861575746?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/06/apa-ya.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-2848136275674469498</guid><pubDate>Thu, 26 Jun 2008 14:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-26T07:53:47.154-07:00</atom:updated><title>Lengser...</title><description>Kehidupan ini senantiasa berputar layaknya bumi ini. Ada siang ada malam, ada pagi ada petang. Ada pertemuan ada pula perpisahan, ada awal amanah ada pula akhir amanah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat tahun, banyak kisah mewarnai hari-hari ana dalam menapaki jalan dakwah di kampus, meski kadang dengan berlari, berjalan atau tertatih sekalipun. Ikhwah, sungguh takkan tergantikan nikmatnya berada didalam dunia dakwah kampus, hanya kali ini dan takkan berulang. Jangan antum/na sia-siakan apa yang telah ada dihadapan antum/na. Mari berkontribusi dilini manapun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-2848136275674469498?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/06/lengser.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-4569563338432828167</guid><pubDate>Sat, 14 Jun 2008 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-14T06:46:05.703-07:00</atom:updated><title>Ingat  yang dulu...</title><description>Bismillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa hari ini terasa lelah sekali. Serba tidak "FRESH", mata dan  badan terasa lelah. Namun ana pakasakan juga untuk menghadiri walimah teman sekelas hari ini.  Kamis dan Jum'at kemarin ana coba untuk  tunaikan amanah sehingga harus berkeliling Depok dan Jakarta, tapi Subhanallah banyak sekali hikmah dan ibrah yang dapat ana ambil dari perjalanan ini. Ana jadi teringat taujih dari Ketua Jarmusnas periode lalu, Uni Agustiba dari Unand sana saat syuro BP-SC FSLDK Januari 2007 di Bekasi. Beliau mengungkapkan tiga hikmah yang dapat diambil dari sebuah perjalanan dakwah, yakni: bertambahnya iman dengan ditandai dengan banyaknya amal shaleh, yang kedua bertambahnya ilmu dan yang ketiga bertambahnya ukhuwah. Subhanallah, semua terasakan dan dapat dirasakan. Ana sangat merindukan kabar antum/na semua yang telah menggoreskan tinta perjalanan dakwah ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak agenda dikampus, karena memang kuliah tinggal sedikit dan pekan tekun sebelum UAS. Tak terasa dalam hitungan hari amanah dikampuspun akan diwariskan pada "harokawan/harokawati" selanjutnya. Tidak lazim memang istilah ini, tetapi ini dapat disandangkan pada ikhwah kita yang senantiasa produktif dalam dakwah. Moga tetap istiqamah adik-adikku!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da dari warnet kampus, ana bergegas pulang karena adzan telah berkumandang, tak terasa memang. Waktu cepat sekali mengalir dan mampu dibendung oleh siapapun diantara kita kecuali dengan mengefektifkannya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Tak biasanya ana menoleh kanan kiri kalau  jalan, tapi tadi ana ingin sekali menoleh ke sebelah kiri ana dan terbacalah sebuah kata yang mengingatkan ana pada masa-masa SMK dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata yang dimaksud adalah "AZIMUTH". Mungkin bagi sebagian orang ini tidak berarti apa-apa. Namun bagi ana kata ini membuat ana ingin tersenyum sendiri. Saat sekolah dulu ditengah padatnya mata pelajaran  yang membuat pusing tujuh keliling, dan ditambah guru yang agak "killer" teman-teman memanggilnya, ana dan beberapa teman sepakat membuat komunitas yang disebut dengan "AZIMUTH",  kepanjangan dari Assosiation Zomblo Imuth-Imuth. Hehe... Benar-benar ingin ketawa nich! Anggotanya ikhwan dan akhwat yang sekelas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana absen satu-satu anggotanya, Biar tak lupa:&lt;br /&gt;1. Andi: Asal Bumi Ayu, sudah lulus dari STTTekstil, sekarang tak ada info.&lt;br /&gt;2. Encep: Asal Ciwidey, sepertinya sudah lulus dari Unikom, tak ada kabar juga&lt;br /&gt;3. Dendi: Asal kab.Bandung, sekarang kerja di Serang-Banten&lt;br /&gt;4. Dadi: Asal Bandung, sekarang kerja di Bandung&lt;br /&gt;5. Acep: Asal mana ya, lupa, tak ada kabar nich..&lt;br /&gt;6. Ace: Asalnya lupa juga+tak ada kabar&lt;br /&gt;7. Saepudin: Asal Bandung, lulus Unpad,sekarang kerja di Jakarta&lt;br /&gt;8. Nur'aisyah: Asal Majalengka, sudah nikah dan menetap di Cikarang&lt;br /&gt;9. Euis: Asal Majalengka, lagi menyelesaikan studi kebidanan&lt;br /&gt;10. Neng Tina: Asal kab.Bandung, kerja di kab.Bandung&lt;br /&gt;11. Uli: Asal Bandung, kerja di Karawang&lt;br /&gt;12. Ika: Asal Bandung, sudah nikah dan kerja di Bandung&lt;br /&gt;13. Ana sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana jadi rindu berkumpul lagi dengan kalian. Meskipun dulu hanya sekedar mengerjakan PR bareng, makan bareng, mancing bareng, bicarakan hal-hal ringan, mungkin kedepan kita bisa bicarakan dan lakukan hal yang lebih berarti dibandingkan dulu.&lt;br /&gt;Bagaimana kabar kalian teman? Adakah perubahan dalam diri kalian?!  Semoga kedepan lebih baik lagi. Insya Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-4569563338432828167?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/06/ingat-yang-dulu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-7998755281001735706</guid><pubDate>Sun, 01 Jun 2008 13:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T20:28:43.886-08:00</atom:updated><title>Milad LDM 20th</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu fik...&lt;br /&gt;Pagi yang diberkahi, semoga. Pagi tadi ana awali dengan keliling cari bingkai untuk sertifikat &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt; AWARD 2008 yang akan diberikan kepada anggota dan pengurus &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM &lt;/span&gt;yang dinilai telah berkontribusi positif bagi dakwah ini. Namun ana tidak berhasil menemukan bingkai yang dimaksud. akhirnya berpikir, berpikir, dan berpikir. Mau dibagaimanakan ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai juga dikampus diatas pukul 09.00 wib, langsung menuju Aula. Ternyata belum banyak yang hadir, padahal dijadwalkan pukul 08.00 wib semua sudah ON. Ya, ini lah kultur yang masih ada, Ngaret!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski alumni hanya beberapa orang yang hadir, setidaknya momen ini menjadi penggugah motivasi bagi kami untuk lebih menggiatkan dakwah thullaby dan sya'bi. Apalagi setelah ada Talk Show &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt; dari Masa ke Masa yang menghadirkan para pendahulu dakwah kampus, yakni CDSM, LDK dan &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt;. Karena CDSM+LDK = &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt;. Selain itu, di putar juga film dokumenter &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt; yang belum rampung, tapi alhamdulillah sudah cukup mewakili gambaran eksistensi &lt;span style="COLOR: rgb(51,204,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang membuat haru, saat Ketum memberikan prakata pengumuman yang mendapatkan &lt;span style="COLOR: rgb(0,153,0)"&gt;LDM&lt;/span&gt; AWARD 2008. Intinya semua Departemen mendapatkan penghargaan karena semua telah berupaya optimal dalam mengemban amanah. Semua kadep/sekdep berjajar di depan panggung, entah apa yang disampaikan Ketum sudah tak terdengar lagi, yang ada hanya haru biru di Aula saat itu. Ana sendiri merasa belum memberikan hal besar tuk dakwah ini. Moga kita senantiasa ikhlas dalam menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah, mari pererat ukhuwah, kita goreskan tinta emas sejarah dalam kehidupan ini!&lt;br /&gt;Allahu Akbar!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-7998755281001735706?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/06/milad-ldm-20th.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-3656828676780178690.post-6024914427145886521</guid><pubDate>Sat, 24 May 2008 12:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-24T07:09:42.839-07:00</atom:updated><title>"Aina nadzoroh?"</title><description>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aina nadzoroh?" Dimana ya...&lt;br /&gt;pertanyaan itu masih terngiang di telinga ana, saat masih belajar di ma'had. Susah mikirnya, padahal jawabannya hanya "hadzihi hiya nadzoroh". hehe...&lt;br /&gt;Kenapa ana angkat judul ini, karena beberapa hari lalu ana kehilangan kaca mata ana yang setia menemani setiap aktivitas di luar. Alhamdulillah-nya hanya lima hari saja, kalo berlanjut bisa bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca mata bisa diartikan secara denotatif atau konotatif. Ana disini ingin berbicara kaca mata dalam arti sudut pandang. Ya, sudut pandang ana terhadap sebuah iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana miris melihat tayangan iklan yang tidak mendidik, ditengah maraknya tayangan yang berbau pornografi dan mistis. Yang tidak luput dari perhatian ana adalah iklan minuman yang  mencerminkan akhlak seorang istri yang tidak  baik  terhadap suaminya dengan cara menyiramkan minuman tersebut.  Na'udzubillah...  seperti itukah akhlak seorang istri terhadap suaminya?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah, mungkin itu lelucon atau apalah, sehingga iklannya dibuat seperti itu. Namun dalam pandangan ana ini adalah sebuah iklan yang nyata-nyata tidak mendidik, tidak ada hak bagi seorang istri berbuat demikian kepada suaminya. Inikah cerminan wanita Indonesia masa kini?! Yang berbuat semaunya saat situasi menekannya, tidak berpikir jernih dan reaktif! Antum/na tahu apa jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi istri-istri yang berakhlak mulia dan berbakti. amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3656828676780178690-6024914427145886521?l=ren-dakwah.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ren-dakwah.blogspot.com/2008/05/aina-nadzoroh.html</link><author>noreply@blogger.com (Ukh reno)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>