Kamis, 22 Januari 2009

Kelewat.......

Bismillah...

Ada beberapa kisah yang tidak perlu ditiru, cukup jadi pelajaran saja...

Suatu sore dalam sebuah rapat, di lantai dasar masjid kampus. Setelah rapat sekian lama berjalan, ana merasa kurang sepakat dengan salah seorang ikhwan, akhirnya ana lakukan aksi walk out tanpa sepengetahuan ikhwan... tahu-nya pas ikhwan sudah beres berpendapat dia tanya, "teh gimana?". Teman ana bilang, "teteh nya juga gak ada di tempat!". Afwan ya, hijab kelewat tinggi jadi antum tidak tahu ana tinggalkan forum. Mestinya tidak begitu!

Masih pada suatu sore, pulang dari tempat KKN. Kondisi terburu-buru ngejar angkot biar cepat. Seperti biasa ana tidak terlalu perhatikan kondisi sekitar. Ternyata di angkot hanya satu tempat yang tersisa dekat pintu. Ana pikir tidak apa-apa lah yang penting cepat sampai rumah. Ternyata sopir minta dipenuhi tempat duduk jadi ana pindah kesebelah kanan. Spontan ana pindah dengan memegang lutut orang yang duduk disebelah ana. Astaghfirullah........ Ana pikir yang duduk sebelah ana adalah ibu-ibu karena perawakan gemuk dan memakai sweater orange seperti akhwat, tahu-nya seorang akh bertopi. Langsung ana tidak enak hati. Alhamdulillahnya ikhwan ini cuek-cuek saja. Jadi ana agak lega. Yang ini kelewat ghodul bashor jadi tidak tahu siapa yang ada disamping. Moga tidak terjadi lagi!

Isrof memang tidak boleh, mesti berperilaku sewajarnya.

Kamis, 01 Januari 2009

Gadis!

dua hari lalu kau ke rumah-ku lagi,
aku terhenyak, bercampur antara ragu dan khawatir
ternyata wajahmu ceria dan kau tampak lebih bersih
lebih gemuk dan berseri

perkenalan itu hanya dibahu jalan
saat malam selepas aku mengajar anak-anak mengaji
kau menghampiri-ku dengan sepeda-mu
kau katakan ingin mengaji dan bisa mendo'akan orang tua-mu

ku sambut keinginan-mu
ku perkenalkan nama-ku dan...
aku minta kau datang ke masjid besok malamnya,
engkau terlihat malu bergabung dengan anak-anak saat itu...

usia-mu memang lebih senior dari mereka
engkau bilang usia-mu 19 tahun
tapi kau juga bilang pada adik-ku usia-mu 22 tahun
aku bingung, ditambah cerita-cerita mu yang membuat aku serba salah

bagaimana membantu-mu?!
engkau seorang khadimat, yang tertekan
aku terbiasa bebas tanpa ada yang mengikuti-ku kemanapun
namun dari saat perkenalan itu, engkau jadi bagian hidup-ku

aku sangat kaget saat pertama engkau ke rumah-ku
engkau curhat seperti biasa
tentang keluarga, majikan dan lainnya
roman wajah yang aneh...
saat aku melihatmu tersenyum, dalam waktu singkat kau menangis
aku bingung?!

satu hari, engkau mencari-ku di masjid
tapi seperti biasa aku langsung masuk ruangan kelas
tanpa ku tahu keberadaan-mu saat itu
entah kenapa, aku menjadi takut engkau jadi bagian dari hidup-ku...

akhirnya engkau naik ke lantai dua, ruangan kelas-ku
karena pelajaran belum usai, maka kau tak berani masuk...
aku mulai gelisah, apa lagi yang akan engkau sampaikan padaku...
aku lihat engkau membawa buku tuntunan shalat yang aku berikan saat itu
rupanya engkau akan mengembalikannya...

tapi sudahlah, aku berikan saja buku itu...
entah kenapa aku pasang wajah-ku tak seramah biasanya kepada-mu
maafkan aku gadis! aku bingung...
selepas anak-anak shalat isya berjamaah aku masuk ruangan guru
aku tak begitu pedulikan-mu, maafkan aku...

aku duduk di pojok ruangan
aku tahu, engkau tidak akan berani masuk
akhirnya engkau bilang ada keperluan dengan-ku pada teman-ku
teman-ku meminta supaya engkau masuk ruangan
tapi engkau tidak mau, engkau pun bilang mau pinjam HP untuk telphon kakak
teman-ku bilang, tidak ada pulsa-nya
aku tidak mengerti apa yang dikatakan teman-ku

maafkan aku, mungkin engkau merasa sakit saat itu...
tapi aku tidak mau terus berada dalam kebingungan,
jika ini akhir cerita engkau dan aku
aku harap engkau bahagia ditempat baru-mu
sekali lagi maafkan aku...