Selasa, 19 Agustus 2008

Rehat.. Safari... Bergerak

Bismillah...

Allah Yang Maha Rahim telah menegur ana, lebih dari sepekan ana sakit yang belum pernah ana alami sebelumnya. Entah apa, yang jelas ana tak sempatkan untuk berobat saat itu. alhamdulillah-nya sekarang sudah pulih dan bisa beraktivitas kembali. Sehat itu harus, tapi terkadang diantara kita tidak menyadari apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan. Melakukan aktivitas banyak tapi makan tidak di jaga. Bahkan Maag adalah penyakitnya para aktivis dan itu biasa bahkan dimaklumi. Aktivis seharusnya tidak demikian. Karena jika aktivis adalah penebar rahmat untuk yang lain maka dia harus memenuhi hak pribadinya, apa lagi aktivis dakwah.

Barakallah...
Allah menghibur ana. Dua hari setelah pulih, TK dekat rumah mengadakan out bond dan ana jadi pendamping anak-anak. Melihat tingkah mereka membuat ana tertawa, tapi kadang merepotkan. anak-anak banyak maunya, mudah bosan, gak mau diam, dll pokoknya. di hari berikutnya kakak ana ada agenda ke Jateng. Malu memang kalau nebeng. Tapi ana beranikan diri untuk SMS dan bilang, ada lowongan gak? kalau ada ana ikut. Ternyata ada dan ana pun berangkat malam itu.

Ana kira hanya ke Jogja saja agendanya. Ternyata benar-benar travelling, dari Jogja-Magelang-Solo-Semarang-Pekalongan-Tegal. Tiga hari ke banyak kota, hal yang tidak biasa dan luar biasa menghabiskan energi. Subhanallah... dengan kekuatan ukhuwah semua tidak terasa lelahnya. Biasanya ana hanya pergi ke satu kota beberapa hari dengan satu agenda. Tapi yang ini lain. Benar-benar refreshing dan wisata kuliner juga. Hehe....

Dengan keliling Jateng membuat cakrawala baru bagi ana. Dengan membaca dua buku saat itu Serial Cinta-Ust. Anis Matta dan Ten Commitments For Men- Tom Massey. Dua aliran buku yang sangat berbeda. Tapi menjadi sumber inspirasi. Perbedaan lain juga ada dan ini membuat ana bersyukur berada di Jabar khususnya di Bandung. Mengapa demikian? Di Jogja ana merasakan susahnya mencari makanan yang halal karena tempat yang ana singgahi mayoritas non muslim. Malah teman yang baru hari itu ana kenal sampai memuntahkan lagi makanan yang tadi dimakan. alhamdulillahnya dapat info kalau penjual makanan itu orang muslim. Untung dech gak jadi muntahin... hehe...

Hal lain yang berbeda ketika tanggal 17 agustus di Solo. Rombongan yang lain pada belanja. Ana sendiri nunggu di mobil. Gak tahunya ada suara musik terdengar. Ternyata ada arak-arakan yang 17-an. Tahu kah antum apa yang menjadi simbol arak-arakan itu? Sebuah boneka besar berwarna merah-putih sinter claus menjadi maskotnya dengan diikuti banyak kendaraan di belakangnya.

Ana berpikir dan berpikir. Ya Allah, sungguh ana bersyukur berada di tempat yang mayoritas muslim. Jika wilayah Jawa saja seperti ini, bagaimana yang lainnya? Islam menang adalah keniscayaan. Kontribusi kita sangat dinantikan dimanapun, sebagai apapun. Dengan kondisi seperti ini, membuat ana prihatin. Dimanakah muslim mayoritas? Saatnya kita bergerak dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki.

Allahu'alam

2 komentar:

Anonim mengatakan...

oleh-olehnya??????

Ukh reno mengatakan...

Oleh-oleh cuma bawa buat adik2 FS saja... oleh-olehnya cerita saja ya!